14.12.11

Wondermilk,

"Hyehyehye"
"Hi"
"Where have you been?"
"Always here"

Here. A huge flower garden. All types of flowers are here; mostly lavender.

"What are you doing here? For really?"
"This is my place since 3 years ago"

"You.. Are.. My princess right?"
"Who?"
"Yes, you are. You are, Putri"

Oh iya. Aku lah Putri. Putri yang tinggal di dunia 3 tahun lepas. Putri yang kena tinggalkan kekasihnya untuk nama bahagia.

"Why you leaved me?"
"I want you to be happy"
"I don't"

Satu hari, hujan lebat. Pelik, hujan hari ni sangat lebat. Putih segala dunia. Jam 5, dia akan pulang. Tiba-tiba satu ilusi datang di tubir mata. Menayangkan aksi kurang menenangkan jiwa aku. Aku nampak, dia, hujan, kereta, langgar, mati.

Ya Tuhan! Jam berdetik, tanggal jam 445, terus aku redah hujan untuk pergi ke tempat kerjanya. Aku perlu buat sesuatu. Aku tunggu di depan pintu tempat kerjanya. Dengan dua kaki payung; biru dan merah. Berdebar. Itu yang aku rasa. Setiap detik yang mahu berdekat jam 5, buat aku tambah resah. Kiri kanan aku jamah dengan mata.

"Eh, you!"
"Hi sayang"
"Hujan lebat ni, why you are here"
"To pick you and surprise!"
"You don't have to do this okay. I can back home by myself even the thunder come"

Tak. Semua tu tak akan terjadi. Kami pulang rumah sama-sama. Redah hujan. Masa untuk lintas jalan. Ingatan aku terus teringat ilusi tadi. Sini lah tempat kejadiannya.

"Poooommmmmmm!!!"

Satu roh keluar, sepasang mata terkatup rapat, darah penuh.

"You.....!!!!" 
"Bangun please.... Bangun please.... Pleaseeeeeeeeee!!"

Satu wajah mulus di depannya, darah yang banyak menutupi muka Putri. Di genggam tangan yang sejuk terlantar di atas jalan raya. Hujan lebat masih. Bunyi hon kenderaan, bingit. Dia bagai ada dalam dunia sendiri dengan puterinya. Dan, terus koma.

"I never let anything hurt you"
"I know"

Putri tersenyum. Rasanya, ini masa untuk lepaskan dia pergi ke dunia realiti. "Cukuplah tiga tahun aku pegangnya di sini"


"This time, you must take care yourself. Pinky promise?"
"Are you leaving me now?"
"Yes. Goodbye"

"Putri! Putri! Putri!!!"
Bagai di susuk satu roh ke dalam badan tubuh lelaki yang sudah 3 tahun terkujur di atas katil hospital. Kelajuan jantung kembali normal. Cuma, ada titisan air mata dari mata yang masih tertutup.

3 tahun tanpa berjalan, tanpa apa apa gerakkan, dia di gerakkan macam anak kecil. Step by step. Pulangnya ke rumah, di tilik tiap satu barang dalam rumah. Semuanya ada aura Putri. Semuanya.

"Hm..."
Dahaga. Di pintu peti ais, ada satu nota, dari Putri.




I will never let you hurt